Fungsi sistem ekskresi pada manusia adalah untuk membuang zat sisa dari metabolisme. Organ yang termasuk ke dalam sistem ekskresi adalah kulit, ginjal, paru-paru serta hati. Organ ekskresi dan fungsinya harus senantiasa dijaga agar tetap normal. Jika terganggu, maka kesehatan kita juga akan terganggu, karena ada banyak racun yang tidak bisa dibuang dari dalam tubuh.

Macam macam penyakit pada sistem ekskresi dapat timbul karena kita seringkali meremehkan organ tersebut. Gejala penyakit tersebut baru akan muncul ketika organ sudah dalam kondisi yang sudah parah, dan artinya kecil kemungkinan untuk bisa sembuh. Maka dari itu kita harus senantiasa hidup sehat agar tidak hanya organ sistem ekskresi, tetapi semua organ di dalam tubuh bisa berfungsi normal.

Fungsi Sistem Ekskresi Pada Manusia

Penjelasan Organ Dan Fungsi Sistem Ekskresi Pada Manusia

Ginjal
Organ ini merupakan salah satu organ dalam sistem ekskresi tubuh yang paling populer. Kebanyakan orang pasti sudah tahu fungsi organ ekskresi ini yaitu membuang racun dan zat sisa metabolisme di dalam tubuh melalui urine. Ginjal masuk ke dalam sistem urine bersama dengan ureter, uretra dan kandung kemih. Organ yang kerap disebut buah pinggang ini ada di kiri dan kanan tulang pinggang.

Bagian ginjal sebagai yang memiliki fungsi sistem ekskresi pada manusia ini terdiri dari tiga yaitu kulit ginjal, yang merupakan bagian terluar dan tempat penyaringan darah, sumsum ginjal, yang berada di tengah dan berfungsi sebagai tempat berkumpul pembuluh halus, dan rongga ginjal, yang merupakan bagian paling dalam untuk menampung urine sementara waktu sebelum dibuang melalui ureter.

Hati
Pada organ yang juga memiliki fungsi sistem eksresi pada manusia ini, terbentuklah empedu. Warna dari empedu adalah kehijauan. Empedu merupakan hasil dari penghancuran sel darah merah yang rusak, yang terjadi di dalam limpa. Fungsi dari hati adalah untuk perombakan sel darah merah atau yang kerap disebut dengan histiosit.

Penyakit pada sistem ekskresi dan cara pencegahannya harus menjadi perhatian, bahkan jauh sebelum harus mengalami penyakit tersebut terlebih dahulu. Mencari tahu tentang penyakit yang kerap menyerang organ dalam sistem ekskresi ini adalah keharusan dan bisa dilakukan dengan cara membaca jurnal kedokteran maupun berkonsultasi dengan dokter.

Kulit
Organ terluas yang ada di tubuh kita adalah kulit. Organ ini juga merupakan yang tertipis dibandingkan dengan organ lainnya. Di dalam kulit, terdapat kelenjar keringat. Kelenjar inilah yang berfungsi mengekskresi zat sisa yang akan dikeluarkan bersama dengan keringat. Kulit juga merupakan bagian yang sensitif dan berguna sebagai indera peraba dan perasa.

Struktur kulit terbagi menjadi tiga bagian yaitu kulit ari atau epidermis, kulit jangat atau dermis serta jaringan ikat yang berada di bawah kulit. Organ ini juga memiliki fungsi sebagai pengatur suhu karena kulit juga menjadi tempat untuk menyimpan lemak.

Paru-paru
Fungsi paru paru dalam sistem ekskresi adalah untuk mengeluarkan zat sisa dalam proses pernapasan yaitu karbondioksida dan uap air. Proses ekskresi pada paru paru terjadi di dalam seluruh struktur paru-paru. Oksigen yang terlepas dari karbondioksida disalurkan kembali oleh darah ke seluruh tubuh.

Sistem ekskresi pada paru paru dapat terganggu jika ada penyakit yang menyerang organ tersebut. Kelainan semacam bronchitis, pleuritis, TBC, asma, pneumonia bisa membuat fungsi paru paru sebagai organ ekskresi tidak bisa berjalan dengan normal dan tentunya akan berdampak pada organ lainnya.

Paru paru sebagai alat ekskresi maupun organ lainnya yang disebut di atas harus terus dijaga kesehatannya. Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, menerapkan pola hidup sehat dan juga rajin berolahraga akan menjaga fungsi sistem ekskresi pada manusia bisa berfungsi normal.