Ekosistem merupakan sebuah sistem yang terbentuk karena adanya timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan. Di ekosistem ini ada 2 komponen penting yang terlibat yakni komponen hayati dan non hayati. Komponen ini keduanya saling mempengaruhi misalnya hubungan tanaman dengan air. Interaksi antara 2 komponen ini akhirnya membentuk suatu keteraturan dan kesatuan

Setiap komponen pada dasarnya mempunyai fungsi masing – masing. Ketika tidak ada gangguan, keseimbangan ekosistem tetap akan terjaga. Komponen hayati dan non hayati penyusun ekosistem ini sangat beragam. Perbedaan di antara keduanya ini menyebabkan keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem itu sendiri merupakan bentuk interaksi antara komunitas dan lingkungan abiotic dari suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu. Komunitas ini merupakan kumpulan populasi yang saling berinteraksi di tempat tertentu dan rentang waktu tertentu.

GAMBAR BAGAIMANA KEANEKARAGAMAN EKSOSISTEM TERJADI

Keanekaragaman Gen Jenis dan Ekosistem

Keanekaragaman gen adalah perbedaan atau variasi gen pada spesies tertentu makhluk hidup. Salah satu contoh keanekaragaman tingkat ekosistem yang menunjukkan keragaman gen, ada buah kelapa yang memiliki daging tipis dan daging tebal. Ada kelapa yang memiliki kulit berwarna kuning da nada pula yang hijau. Demikian halnya dengan buah mangga yang memiliki warna, ukuran, bentuk, tekstur, dan rasa daging buah yang berbeda dengan buah mangga lainnya. Mangga juga terdiri dari beberapa variasi yakni mangga madu, mangga arumanis, mangga manalagi, mangga alpukat, dll. Ada banyak sekali perbedaan walaupun namanya sama – sama mangga.

Perbedaan – perbedaan keanekaragaman tingkat gen spesies dan ekosistem tersebut dilihat dari sifat genetic pada makhluk hidup yang dikendalikan oleh gen – gen pada kromosom yang terdapat pada makhluk hidup itu sendiri. Kromosom berasal dari induknya dan mewarisi sifat induk. Namun gen juga dapat terpengaruh oleh kondisi lingkungan sekitar tempatnya berkembang. Sebagai contoh, bibit mangga yang berasal dari induk pohon yang sifat genetiknya berbuah besar, jika ditanam di tempat yang berbeda kemungkinan ukuran buah yang dihasilkan berbeda dengan sifat genetic induknya.

Keanekaragaman genetik tertinggi terdapat pada ekosistem hutan.Keanekaragaman gen dapat ditingkatkan melalui perkawinan silang antara 2 atau beberapa spesies yang berbeda sifat atau dari proses domestikasi.Sebagai contoh, proses hybrid tanaman anggrek akan menghasilkan warna yang beragam. Dengan cara ini, kita akan mendapatkan sifat genetic baru dari organisme – organisme di suatu spesies

Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem adalah perbedaan – perbedaan pada makhluk hidup. Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanya berbagai faktor. Namun seiring waktu, keberagaman tersebut kini sudah banyak berkurang.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberagaman ekosistem tersebut :

  1. Eksploitasi Berlebih
    Eksploitasi yang berlebih dapat diartikan sebagai spesies yang dipanen lebih cepat. Orang yang berburu atau mengumpulkan tanaman liar, mamalia, burung, ikan, amfibi, reptil, atau hewan lainnya untuk penangkapan ikan komersial, kulit, bulu, kayu, daging, dlll. Berburu mengancam hingga sepertiga mamalia dan burung terancam punah. Adanya eksploitasi ini tentu membuat keanekaragaman ekosistem menjadi berkurang.
  2. Kehilangan Habitat
    Hilangnya habitat akibat peternakan, pembangunan, polusi, dan pertanian sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati ketika jumlah manusia semakin bertambah. Salah satu efek paling dramatis disebabkan karena deforestasi hutan hujan tropis dan menyebabkan pemanasan global
  3. Spesies Invasif
    Ini adalah spesies non pribumi yang diperkenalkan oleh spesies asing. Ini adalah hewan, tanaman, organisme, atau penyakit lainnya yang dipindahkan secara tidak wajar dari suatu ekosistem ke ekosistem yang lain baik secara disengaja maupun tidak. Invasi ini dapat mengancam keanekaragaman hayati saat mereka mereka beradaptasi dan kawin silang dengan spesies asli.
  4. Perubahan Iklim
    Perubahan iklim juga dapat menjadi penyebab perubahan keanekaragaman ekosistem karena iklim sangat berpengaruh terhadap jenis organisame yang sudah disesuaikan dengan kondisi ekosistem masing – masing