Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang sudah ada secara alami dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. SDA sendiri mencakup komponen biotik dan abiotic. Komponen biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Komponen abiotic meliputi gas alam, minyak bumi, cahaya matahari, dan air tanah. SDA yang ada di dunia ini jumlahnya sangat banyak dan beragam di mana semuanya dapat mendukung kehidupan penduduk dunia ketika dimanfaatkan dengan baik. Namun kita juga perlu mempelajari cara melestarikan sda agar SDA tersebut juga dapat dinikmati oleh generasi di masa mendatang.

Cara Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang terdapat di setiap tempat di muka bumi berbeda – beda. Semakin banyak SDA yang dimiliki oleh suatu daerah, semakin banyak pula yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun SDA yang melimpah ini tidak terlepas dari berbagai persoalan yang mengancam kelestariannya. Penggunaan SDA yang tidak seimbang dapat menimbulkan masalah bagi kelangsungan penduduk dunia. Untuk itu kita perlu memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kelestarian sumber daya alam.

Menggunakan Energi Alternatif
Pemanfaatan energi bumi yang tidak akan habis dapat dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara atau minyak bumi karena kedua jenis sumber daya ini tidak dapat diperbarui dan nantinya akan habis jika digunakan terus menerus. Untuk itu kita perlu melakukan usaha pelestarian sumber daya alam ini dengan menggunakan SDA alternatif. SDA yang dapat dimanfaatkan untuk pengganti batu bara dan minyak bumi di antaranya adalah
– Energi matahari
– Angin untuk pembangkit listrik
– Energi panas bumi atau geothermal
– Energi air untuk pembangkit listrik
– Energi air laut pasang di wilayah pesisir

ANGIN SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI BATU BARA
Energi Angin Sebagai Pembangkit Listrik

Recycling atau Daur Ulang
Pemanfaatan energi melalui daur ulang dapat memperkecil pengambilan sumber daya alam sehingga kemungkinan sumber daya alam habis dapat diperlambat. Kita dapat melakukan daur ulang terhadap berbagai barang bekas atau mengurangi penggunaannya
– Penggunaan plastik dapat dikurangi atau mendaur ulang plastik agar tidak banyak yang terbuang sekaligus mencegah pencemaran ekosistem pantai dan tanah
– Kertas didaur ulang kembali untuk mengurangi penebangan pohon untuk produksi kertas

Baca juga : Contoh Sumber Daya Alam Dan Manfaatnya

Melakukan pengawetan
Pengawetan SDA berupa kayu perlu dilakukan agar kayu dapat bertahan lama. Jadi pemanfaatan kayu untuk bahan bangunan dapat dikurangi
Penertiban Pembuangan Sampah dan Air Limbah
Setiap pabrik diwajibkan mengolah air limbah sebelum dibuang ke sungai atau laut karena biasanya limbah pabrik mengandung zat – zat kimia yang berbahaya dan berpotensi merusak lingkungan. Kebiasaan membuang sampah di sungai atau selokan juga harus diubah. Untuk menghindari pencemaran air, maka kebiasaan membuang sampah dan limbah di sungai harus dicegah

Baca juga : Contoh Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui Dan Manfaatnya

Program Kali Bersih
Tujuan utama program ini adalah untuk mengurangi atau menurunkan beban pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran sungai. Pencemaran ini terutama disebabkan karena limbah industri yang mengandung zat – zat beracun dan zat kimia berbahaya untuk ekosistem sungai

USAHA DAN CARA MENJAGA KELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM
Program Kali Bersih

Pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai)
Pengolaan ini lebih ditekankan pada:
– Peningkatan lahan kering
– Pertanian lahan basah dan lahan kering
– Perlindungan daerah non budidaya
– Pengendalian cara menghindari banjir
– Pengembangan jenis-jenis irigasi
– Peningkatan selain di sektor pertanian

Pengelolaan Daerah Pesisir
Pengelolaan daerah pesisir dan lautan perlu mempertimbangkan kebijakan berikut:
– Menggunakan SDA yang dapat diperbarui secara hati-hati dan tetap memperhatikan kepentingan generasi yang akan datang
– Pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan laut
– Menggunakan SDA yang tidak dapat diperbaharui secara rasional
– Menjaga keberadaan kawasan hutan penyangga, dan hutan lindung

Konservasi Eks Situ

Pengembangan keanekaragaman hayati wajib memperhatikan upaya pelestarian sumber daya alam.. Selain dengan metode cagar alam dan suaka margasatwa, pengelolaan flora fauna juga dapat dilakukan dengan cara konservasi eks situ. Ini adalah metode konservasi untuk melindungi spesies hewan dan tumbuhan dengan memindahkannya dari habitat yang terancam atau tidak aman dan menempatkannya di bawah perlindungan. Contoh konservasi eks situ adalah
– Kebun raya yang merupakan kawasan konservasi, pusat pengetahuan botani, peneltiian, dan kawasan pendidikan
– Arboretum yaitu semacam kebun botani untuk koleksi pepohonan
– Kebun binatang untuk konservas fauna yang terancam punah atau dilindungi
– Aquarium untuk pusat konservasi air laut dan air tawar