Hak asasi manusia merupakan hak yang paling dasar dari seorang individu yang selalu melekat sejak ia lahir. Namun faktanya ada banyak sekali pelanggaran HAM yang terjadi baik karena individu lain atau oleh negara terhadap warga negaranya.

Sejarah Singkat HAM

Sejarah lahirnya HAM sudah mulai diperbincangkan setelah Perang Dunia II yaitu sejak abad XVII dan saat dibentuknya PBB tahun 1945. Selanjutnya pada abad XX muncul konversi HAM yang bersifat kodrat sebagai hak – hak hukum dan sosial. Pada 10 Desember 1948 diterbitkan piagam Hak Asasi Manusia oleh PBB yakni Universal Declaration of Human Rights. Dekalaris ini mengilhami instrumen pendukung dan deklarasi HAM yang lainnya. Pada 16 Desember 1966, muncul Convenant di sidang umum PBB yang mengikat negara – negara yang melakukan ratifikasi perjanjian tersebut

Baca juga : Definisi Pelanggaran HAM

Penjelasan HAM sebenarnya bukan hal yang asing di Indonesia karena sudah dibahas dalam ketatanegaraan Indonesia. Hal itu ditandai dengan adanya perdebatan intensif selama 3 periode sejarah ketatanegaraan yakni sejak tahun 1945, berlanjut ke periode konstituante tahun 1957 – 1959, dan pada periode awal Orde Baru pada tahun 1966 – 1968.

INSTRUMEN HUKUM, PENGERTIAN HAM DAN CONTOHNYA
SEJARAH LAHIRNYA HAK ASASI MANUSIA (HAM)

Pengertian HAM dan Contohnya

Secara umum pengertian dan hakikat ham adalah hal yang sama. Menurut Kaelan (2002),HAM merupakan hak – hak dasar dari seorang individu sesuai dengan kodratnya. Menurut Jan Materson, HAM merupakan hak – hak yang dimiliki oleh setiap individu yang tanpa kehadirannya manusia tidak dapat hidup sebagai manusia. Hal serupa juga diungkapkan oleh John Locke yang menjelaskan bahwa HAM merupakan hak – hak pemberian dari Tuhan sebagai hak kodrati

Ciri Pokok HAM

Berdasarkan beberapa rumusan pengertian dan teori HAM tersebut, dapat disimpulkan tentang ciri – ciri pokok dari HAM yaitu:
– HAM berlaku untuk semua individu tanpa memandang ras, jenis kelamin, agama, ras, etnis, asal usul sosial, pandangan politik, dan bangsa
– HAM tidak perlu dibeli, diberikan, atau diwariskan karena ini secara otomatis merupakan bagian dari manusia
– HAM tidak boleh dilanggar dan tidak ada orang yang berhak untuk melanggar atau membatasi hak asasi orang lain. Seorang individu tetap memiliki HAM meskipun negara telah membuat hukum yang melanggar atau tidak melindungi HAM

Ruang Lingkup HAM

Ruang lingkup hak asasi manusia meliputi
– Hak Pribadi
Hak kebebasan, hak – hak persamaan hidup, keamanan, dll
– Hak milik pribadi/kelompok sosial tempat di mana mereka berada
– Kebebasan politik dan siap untuk ikut terlibat dalam pemerintahan
– Hak – hak yang berkaitan dengan masalah sosial dan ekonomi

Macam-macam HAM

HAM terdiri dari beberapa jenis meliputi :

Hak Asasi Individu atau Personal Right
Pengertian ham dan contohnya pada hak asasi individu adalah hak yang dimiliki dan melekat pada seseorang. Hak tersebut meliputi:
– Hak kebebasan bergerak, berpindah tempat, dan bepergian.
– Hak kebebasan menyatakan pendapat
– Hak kebebasan untuk aktif dan memilih organisasi
– Hak kebebasan untuk beragama

Hak Asasi Politik atau Political Right
– Hak memilih dan dipilih pada suatu pemilihan
– Hak untuk ikut dalam kegiatan pemerintahan
– Hak mendirikan partai dan organisasi politik
– Hak membuat dan atau mengajukan usulan petisi

Hak Asasi Hukum atau Legal Equality Right
– Hak untuk mendapat perlakuan sama di pemerintahan dan hukum
– Hak untuk menjadi PNS
– Hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan hukum

Hak Asasi Ekonomi atau Property Right
– Hak melakukan kegiatan jual beli
– Hak untuk mengadakan perjanjian atau kontrak
– Hak untuk melakukan hutang piutang, sewa menyewa, dll
– Hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak